Kurikulum 5.0 Integrasi Inovasi, Teknologi Dan Kecerdasan Belajar

 


Penulis : Sudirman Anwar
ISBN : Sedang Proses 
Tebal Buku : ix + 134 Halaman 
Ukuran : 14,8 cm x 21.0 cm 
Cetakan : Pertama 
Kota Terbit : Pekanbaru 

Penerbit dan Tahun Terbit : Yayasan Doa Para Wali - 2026 
E-Katalog : 29.009/e.kat-YDPW/I/2026


Buku ini lahir bukan dari satu momen pencerahan yang tiba-tiba, melainkan dari perjalanan panjang yang perlahan membentuk kegelisahan. Lebih dari dua puluh lima tahun saya berada di ruang-ruang pendidikan—mengajar, mendiskusikan, menilai, merevisi, dan kadang mempertanyakan kembali apa yang selama ini kita sebut sebagai kurikulum. Dari berbagai lembaga dan konteks, satu pola sering berulang: kurikulum selalu hadir dengan niat baik, tetapi tidak selalu hidup sebagaimana mestinya. 

Saya menyaksikan kurikulum disusun dengan sangat serius, dibahas dalam rapat-rapat panjang, lalu disahkan dengan penuh harap. Namun tidak jarang, setelah itu ia berakhir sebagai dokumen yang rapi di lemari atau folder digital—dikutip seperlunya, direvisi ketika diminta, tetapi jarang benar-benar menjadi napas dalam proses belajar. Bukan karena para pendidik tidak peduli, melainkan karena sistem sering kali bergerak lebih cepat pada aspek administratif daripada pada pemaknaan.

Pengalaman berinteraksi dengan berbagai model dan pendekatan kurikulum mengajarkan satu hal penting: kurikulum bukan sekadar persoalan teknis, tetapi persoalan cara pandang. Ia mencerminkan bagaimana kita memandang manusia, pengetahuan, dan masa depan. Ketika cara pandang itu tidak dibicarakan secara jujur dan terbuka, kurikulum mudah kehilangan arah, meski secara formal tampak sempurna.

        Gagasan tentang  Kurikulum 5.0 Integrasi Inovasi, Teknologi Dan Kecerdasan Belajar dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai klaim paling benar atau formula final. Ia lebih tepat dipahami sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, lalu menatap ke depan dengan lebih sadar. Dunia telah berubah—cara manusia belajar, bekerja, dan berelasi pun berubah. Jika kurikulum tidak ikut berefleksi, ia akan selalu tertinggal, betapapun seringnya ia diganti.
Buku ini ditulis dengan harapan sederhana: menjadi teman berpikir. Ia tidak menawarkan jalan pintas, tetapi berupaya menyajikan kerangka reflektif dan praktis bagi siapa pun yang percaya bahwa pendidikan masih layak diperjuangkan dengan kesungguhan. Saya percaya, kurikulum yang baik tidak lahir dari kepatuhan semata, tetapi dari keberanian untuk berpikir, menguji, dan memperbaiki secara berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Kurikulum 5.0 Integrasi Inovasi, Teknologi Dan Kecerdasan Belajar"